Sabtu, 16 November 2013

Kalimat Inti dan Kalimat Luas



Ikuti Jejak Kakek, Pique Ingin Pimpin Barca

BARCELONA – Bukan sebagai pelatih, atau bahkan duta sepakbola yang jadi harapan Gerard Piqué ke depannya ketika karier senja menghampiri. Melainkan memimpin Barcelona, entah sebagai direktur atau bahkan Presiden klub.

Ya, Andai Piqué nantinya memasuki usia pensiun dan mesti menutup kariernya, defensor berusia 26 tahun itu ingin menapak jejak sang Kakek, Amador Bernabéu yang suatu ketika pernah menjabat direktur hingga Wakil Presiden Los Cules.

“Jadi Presiden, kenapa tidak? Bisa saja itu jadi tujuan saya, memimpin klub terbaik abad ini, tapi masih panjang jalan yang harus dilalui. Ya, saya bisa bilang bahwa jadi Presiden membuat saya lebih termotivasi ketimbang menjadi pelatih,” aku Piqué.

“Dan untuk karier saya, jika pada usia 35 tahun saya harus melewati apa yang sudah dijalani (Carles) Puyol, sepertinya saya tak bisa seperti dia. Dia orang yang sangat tangguh,” lanjutnya, seperti disitat Football-Espana, Sabtu (16/11/2013).

Piqué juga tak ketinggalan buka suara terkait perdebatan serta kritik di khalayak umum, yang mengatakan bahwa permainan Barca sudah sangat berubah dan dianggap keluar batas tradisi yang dewasa ini melekat pada Barca.

“Perdebatan yang terus berlanjut takkan membantu kami. Kami takkan bermain dengan cara yang kami inginkan, kami punya level yang lebih tinggi tapi kami tak bermain seburuh apa yang dipikirkan banyak orang,” sambung kekasih artis Shakira tersebut.

“Kami harus tahan pada kritik dan bermain lebih baik. Hasil-hasil yang didapat selama ini sudah bagus dan memberikan kami kepercayaan diri. Permainan kami memang tak mengesankan orang-orang, seperti yang dikatakan (pelatih Borussia Dortmund, Jürgen) Klopp,” imbuh Piqué.

“Kami takkan tersesat. Permainan kami juga takkan semakin buruh, malah akan lebih baik. Saya yakin itu. Komentar saya soal tiki-taka? Dari waktu ke waktu dalam permainan yang berlebihan seperti itu memang bekerja dengan baik, tapi kami jadi lebih mudah ditebak,” tuturnya lagi.

“Kami menyadari bahwa penguasaan permainan saja takkan membuat Anda memenangkan pertandingan. Tapi permainan kami juga belum terlalu berbeda. Jika kami bisa memainkan umpan-umpan panjang, maka akan kami lakukan,” tuntas Piqué.
(raw)

Sumber Artikel :

ANALISIS KALIMAT LUAS DAN KALIMAT INTI

Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, tetapi lebih. Sedangkan kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat.

Kalimat Inti
Kalimat Luas
Jadi presiden
Jadi Presiden, kenapa tidak? Bisa saja itu jadi tujuan saya, memimpin klub terbaik abad ini, tapi masih panjang jalan yang harus dilalui
Karier saya
Dan untuk karier saya, jika pada usia 35 tahun saya harus melewati apa yang sudah dijalani (Carles) Puyol, sepertinya saya tak bisa seperti dia
Hasil-hasil didapat
Hasil-hasil yang didapat selama ini sudah bagus dan memberikan kami kepercayaan diri
Permainan kami
Permainan kami juga takkan semakin buruh, malah akan lebih baik
Komentar tiki-taka
Komentar saya soal tiki-taka? Dari waktu ke waktu dalam permainan yang berlebihan seperti itu memang bekerja dengan baik, tapi kami jadi lebih mudah ditebak

Sumber Materi :
http://generusindonesia.wordpress.com/2013/05/08/kalimat-inti-kalimat-luas-dan-kalimat-transformasi/

Kesalahan Internal dan Kesalahan Eksternal Dalam Artikel



Dahlan: Depok Itu Daerah Petir Terbanyak di Dunia

JAKARTA - Beberapa wilayah di Indonesia mengalami intensitas curah hujan tinggi, karena memasuki siklus hujan deras. Hujan deras yang terjadi, bukan hanya disertai angin kencang, namun juga petir yang menyambar-nyambar.

Adanya petir ini, memang menjadi momok tersendiri bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, Saluran Udara Tekanan Tinggi (Sutet) rawan tersambar listrik.

Meski demikian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan saat ini masalah petir tersebut tidak lagi menjadi sosok yang menakutkan bagi PLN, Mantan Dirut PLN ini memaparkan, petir yang ada saat musim hujan sudah dapat teratasi.

"Waktu saya jadi Dirut PLN soal petir fokuskan diatasi, petir terbanyak itu di daerah Depok itu petir terbanyak di dunia, di Pondok Petir," katanya usai Rapim di Kantor PT Asei, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Sekadar informasi, Dahlan mengatakan curah hujan tinggi ini membawa dua keuntungan tersendiri bagi PLN. Pertama, karena trafo PLN akan stabil, lantaran udara dingin. Sementara kedua, hujan deras telah memenuhi waduk yang digunakan untuk PLTA.

Sumber Artikel :

ANALISIS KESALAHAN KALIMAT
1.   Kesalahan Internal
Kesalahan internal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur-unsur dalam kalimat
Kalimat paragraf 5 :
*     Sekadar informasi, Dahlan mengatakan curah hujan tinggi ini membawa dua keuntungan tersendiri bagi PLN.
Analisa :
Kalimat tersebut tidak logis untuk pembuktiannya, jika kalimat tersebut dipertanyakan dengan pertanyaan “Siapa yang mengatakan curah hujan tinggi ?” Jawaban tidak dapat dicari dalam kalimat itu. Jawaban dapat ditemukan jika frasa sekedar informasi dihilangkan sehingga kalimatnya menjadi
“Dahlan mengatakan curah hujan tinggi ini membawa dua keuntungan tersendiri bagi PLN”

2.   Kesalahan Eksternal
Kesalahan eksternal diukur dari unsur luar kalimat yang bersangkutan. Di sini kesalahan eksternal itu diukur dari kalimat-kalimat lain yang menjadi konteks atau lingkungannya
Kalimat paragraf 2 :
*     Adanya petir ini, memang menjadi momok tersendiri bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, Saluran Udara Tekanan Tinggi (Sutet) rawan tersambar listrik.
Analisa :
Kedua kalimat pada teks tersebut merupakan kalimat yang hanya diisi keterangan. Akan lebih baik jika kalimat kedua itu diintegrasikan menjadi satu dengan kalimat. Sebelumnya atau diupayakan menjadi kalimat yang dapat berdiri sendiri, sebagaimana tampak pada hasil perbaikannya berikut.
ü    Adanya petir ini, memang menjadi momok tersendiri bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pasalnya Saluran Udara Tekanan Tinggi (Sutet) rawan tersambar listrik.
Atau
ü    Adanya petir ini, memang menjadi momok tersendiri bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN.  Saluran Udara Tekanan Tinggi (Sutet) rawan tersambar listrik.

Sumber Materi :
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/accounting-s1/bahasa-indonesia/membetulkan-dan-mengefektifkan-kalimat

Minggu, 10 November 2013

ARTIKEL DENGAN 7 CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF


"NASKAH PIDATO GLOBAL WARMING"

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat pagi teman-temanku seluruhnya, terimakasih juga pada... yang sudah berikan peluang pada saya untuk mengemukakan pidato singkat yang bertemakan global warming ini.

Bapak/ibu.... juga teman-temanku seluruh, pemanasan global atau global warming yaitu ada sistem peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, serta daratan bumi. sejak manusia zaman purbakala s/d zaman saat ini, manusia senantiasa alami perubahan didalam tiap-tiap periode waktu yang dilaluinya. peradaban manusia saat ini sudah alami banyak kemajuan.

Sepanjang perubahan itu, manusia melakukan kehidupan dengan bergantung pada pertanian serta agrikultur. melewati tujuan kehidupan tersebut, manusia senantiasa berupaya melindungi serta melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang mempunyai tujuan untuk melindungi kelangsungan hidup manusia. manusia saat ini sudah alami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. gunakan tujuan hidup tersebut, dunia agrikultur lalu alami kemunduran dengan perlahan-lahan.

Yang mana perihal itu bikin iklim jadi lebih panas serta suhu jadi tinggi, lantas apa yang mengakibatkan sepanjang ini bumi dirasakan makin panas ? ia menjawab bahwa situasi serta posisi matahari serta bumilah yang beresiko serta bikin bumi makin panas. dikarenakan bumi bertujuan bukan hanya pada kutubnya, tetapi pada axis-nya, itu yang bikin iklim terkadang jadi lebih ekstrim.

Makin membesarnya susunan ozon diudara adalah bukti berlangsungnya global warming. “suhu di bumi makin meningkat didalam 10 th. paling akhir ini. di negara-negara arab apalagi telah meraih 54 derajat celcius.

Oleh dikarenakan itu, alangkah bijaknya bila kita sebagai penghuni bumi ini turut andil saat menjaga keseimbangan alam ini. dikarenakan anak serta cucu kitalah yang kedepannya dapat lebih rasakan efek yang sudah kita perbuat.

Demikian pidato singkat perihal global warming atau pemanasan global ini saya cukupkan hingga di sini.
terimakasih atas perhatiannya, maaf apabila ada kalimat yang salah

Wassalamualaikum Wr. Wb.

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF :

 1.     KESEPADANAN
        Terdapat pada kalimat “Selamat pagi teman-temanku seluruhnya

 2.     KEPARALELAN
         Terdapat pada kalimat “senantiasa berupaya melindungi serta melestarikan lingkungannya dengan  sebaik-baiknya”

3.     KETEGASAN
Terdapat pada kalimat “pemanasan global ini saya cukupkan hingga di sini”

4.     KEHEMATAN
Terdapat pada kalimat “dikarenakan anak serta cucu kitalah yang kedepannya dapat lebih rasakan efek yang sudah kita perbuat”

5.     KECERMATAN
Terdapat pada kalimat “, manusia senantiasa berupaya melindungi serta melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang mempunyai tujuan untuk melindungi kelangsungan hidup manusia”

6.     KEPADUAN
Terdapat pada kalimat “. paling akhir ini. di negara-negara arab apalagi telah meraih 54 derajat celcius”

7.     Kelogisan
Terdapat pada kalimat “terimakasih juga pada... yang sudah berikan peluang pada saya untuk mengemukakan pidato singkat yang bertemakan global warming ini”

sumber :
http://www.teksdrama.com/2013/03/contoh-naskah-pidato-tema-global-warming.html

Kamis, 07 November 2013

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen




FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
1.        Faktor Sosial
·         Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
Contoh Kasus :
               Seorang wanita yang berkumpul dengan teman-temannya, ketika teman-temannya sedang membicarakan produk fashion merk ZARA lebih baik dari merk GUCCI maka ia akan lebih memilih merk ZARA dibandingkan merk GUCCI. Hal ini dii sebabkan pengaruh dari primary groups yaitu teman-temannya.
·         Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
Contoh Kasus :
               Ketika satu keluarga yang terdiri dari suami,istri dan anak berjala-jalan di sebuat pusat perbelanjaan. Biasanya sang anak lah yang akan memberikan pengaruh terhadap restoran mana yang akan menjadi tempat ia dan keluarganya makan. Hal ini membuktikan bahwa keluarga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku konsumen terhadap pembelian.

2.       Faktor Personal
·         Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
Contoh Kasus :
               Andi yang seorang direktur dan Dion yang seorang karyawan biasa  akan berbeda dalam pemilihan produk dan keputusan pada suatu produk tertentu. Karna mereka mempunyai situasi ekonomi yang berbeda.
·          Gaya Hidup
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
Contoh Kasus :
               Dua orang yang mempunyai jabatan sama dalam pekerjaannya belom tentu mempunyai gaya hidup yang sama. Tn X dan Tn Y mempunyai pekerjaan yang sama yaitu sebagai OB di salah satu perusahaan. Walaupun mereka mempunya pekerjaan yang sama tetapi gaya hidup mereka tidak sama. Tn X lebih simple dan lebih bersikap hemat terhadap pendapatannya berbeda dengan Tn Y yang lebih boros menggunakan pendapatannya untuk hal yang tidak terlalu penting.       
·         Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
Contoh Kasus :
Faktor umur memang merupakan faktor yang cukup penting. Dalam sebuah kasus, Seorang lansia tidak akan membeli susu formula untuk anak-anak dan anak-anak tidak akan membeli popok yang digunakan untuk orang orang lanjut usia.
·         Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli
(Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).
Contoh Kas
us :
Pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat

3.        Faktor Psikologi
·         Motivasi
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
Contoh Kasus :
                Ny. M yang seorang artis terkenal membutuhkan keamanan yang ekstra untuk menjaga dirinya, dalam hal ini keamanan merupakan motivator dalam dirinya yang mendesak. Ketika dia mempunyai seorang bodyguard yang siap menjaganya maka kebutuhan keamanan tersebut tidak lagi menjadi  motivator. Selanjutnya NY.M  akan mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting selanjutnya.
·         Attitudes
Attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
Contoh Kasus :
Seseorang yang tidak menyukai buah durian tidak akan membeli durian dan biasanya dia akan tetap konsisten sekalipun ia melihat  sedang diskon 50% di pasar swalayan.
·         Beliefs
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144).
Contoh Kasus :
                Ketika seseorang mempunyai kepercayaan yang tinggi misalnya terhadap agamanya. Ny. X seorang muslimah yang taat akan sering membeli kerudung atau jilbab untuk menutupi rambutnya karna seorang muslimah sudah seharusnya seperti itu.
4.        Faktor Kebudayaan
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
·         Kelas Sosial
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132)
Contoh Kasus :
                Tn. F yang seorang milioner akan membeli suatu produk yang harganya mahal, sama seperti seorang direktur utama biasanya juga akan membeli suatu produk yang harganya mahal. Hal itu menunjukan bahwa kelas sosial sangan mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian